Konsep Bakar Uang Ala Startup Unicorn (Sayonara Bukalapak)

Bahyudinnor.Com - Hai., Di artikel ini kita akan membahas konsep bisnis bakar uang Startup masa kini. Kita akan coba membeberikan jawaban mudah dan gamblang untuk beberapa pertanyaan yang sering diajukan.
Mengapa ada banyak Startup yang mau mau saja membakar uang untuk membuat bisnis menjadi begitu besar.? Apa gunanya? dan kapan mereka bisa meraup untung.? Dan karena berita yang sedang hot mari kita mulai pembahasan ini dari Bukalapak

Bukalapak adalah salah satu Startup yang berstatus Unicorn dari Indonesia. Itu artinya perusahaan ini telah melampaui nilai kapitalisasi pasar sebesar 1 miliar dolar atau 14 Triliun Rupiah.. Bahkan lebih dari itu suntikan dana paling belakangan membuat valuasi Bukalapak naik menjadi 2 /12 miliar dolar atau setara 35 trilyun rupiah.

Luar biasa...


Sayangnya dengan valuasi sedemikian besar perusahaan ini belum profit bahkan serupiah pun justru dalam laporannya Bukalapak terus-menerus mencatat kerugian secara konsisten dalam jumlah yang sedikit sepanjang 10 tahun berturut-turut dan ia tak sendiri. Di kategori yang sama. Startup berstarus Unicorn lain asal Indonesia Tokopedia juga melakukan hal yang sama boncoz melulu.

Selain itu perusahaan serupa asal luar negeri seperti Shopee, Lazada dan banyak layanan lainnya juga sedang melakukan hal yang sama bakar uang. 

Model bisnis seperti ini memang Sedang tren di mesjid cukup aneh di mata kebanyakan pembisnis terlebih para pebisnis konvensional. Perusahaan-perusahaan rintisan masa kini hanya sibuk mencari valuasi tanpa memikirkan profit sama sekali yang dikejar hanyalah traksi sembari menciptakan distrupsi yang membabat habis pemain tradisional yang sudah eksis sejak lama.

Edukasi market dilakukan secara gila-gilaan dengan cara bakar uang terus-menerus dan diranah marketplace, ajang makar uang ini telah berlangsung hampir selama satu dekade terakhir tapi masalahnya tak seperti Tokopedia dan shopee yang sedang berperang pada satu level.

Dalam rilis terbaru iPrice bulan Oktober 2019 Bukalapak hanya berada di peringkat ketiga dan ini bukan kabar yang bagus.

Sekarang Mari kita menjawab pertanyaan tentang bagaimana konsep bakar uang Startup dan Kapan mereka akan meraih untung.

Untuk itu saya akan mengajukan sebuah pertanyaan terlebih dahulu. Menurutmu apakah Startup Unicorn dan para pemain besar di dunia start up  yang kini sangat terkenal itu sudah mendulang profit? Apakah gojek Sudah profit? Grab? Tokopedia? Bukalapak? Ovo? Dana? 

Jawabannya belum.....


Kalau kamu berpikir perusahaan perusahaan terkenal itu sudah untung hanya karena iklan dan spanduk nya ada dimana-mana dan karena kamu juga menggunakannya mainmu kurang jauh.

Faktanya seluruh perusahaan tersebut masih mencatat kerugian yang super besar. Sebab kalau tidak. Coba pikir dari manakah sebaiknya bonus Driver, Gratis ongkir dan keasyikan keasikan yang kamu dapatkan saat menggunakan layanan mereka berasal. 

Apakah dari bagi hasil operator penyedia kuota internet seperti Telkomsel atau XL karena ini memaksa orang untuk membeli koneksi internet saya menggunakannya? Nggak ada urusan. Ini seperti bilang kalau produsen kompor mendapatkan uang dari penyedia gas karena setiap pengguna kompor harus menggunakan gas atau produsen rice cooker yang dapat komisi dari bos beras karena semua yang pakai reskuker harus beli beras atau penjual gorengan yang dapat intensif dari Cap Badak karena membuat orang panas dalam. Sudah pasti nggak masuk akal.

Jadi kalau begitu Lalu kapan perusahaan ini mendapatkan profit?


Jawabannya saat kompetisi dan perang yang terjadi pada akhirnya menghasilkan 1 atau 2 pemenang yang paling kuat bertahan. Saat bisnis telah berubah jadi Monopoli atau kartel Kalau nggak percaya atau belum paham Mari saya jelaskan pelan-pelan.

Sekarang jawab pertanyaan saya. Saat sedang mencari sesuatu lewat internet, mesin pencari apa yang kamu gunakan? Saya tebak jawabannya pasti Google. Sekarang coba pikir selain Google kamu pakai apa lagi? Saya yakin mayoritas pasti tak punya jawaban lain apakah kamu pakai mesin pencari Yahoo, Bing, DuckDuckGo, mungkin tidak Oke lanjut Sekarang beritahu saya kalau mau nonton video online Kamu buka apa jawabannya pasti YouTube Oke selain YouTube apalagi yang kamu pakai?

Bingung.!!!


Apakah kamu menggunakan Dailymotion, Meta Cafe sepertinya tidak. Oh ya kedua lain Anta di Google dan itu adalah milik Google. Selain itu Android yang menguasai 85% Market Share saat ini adalah juga punya Google

Kita lanjut lagi... Sekarang layanan Sosial Media apa yang kamu gunakan Facebook. Oke lah kamu pasti jadul banget. Instagram? Sudah pasti. Yang lain mungkin cuma satu yang pakai Twitter, Snapchat paling cuma sekelingking dan kalau kamu belum tahu Instagram adalah punya Facebook dan WhatsApp layanan instant messaging paling populer sejagat raya kecuali di Tiongkok juga dimiliki oleh Facebook . Di area lain pada market yang lebih matang praktek monopoli seperti ini sudah lumrah terjadi seperti Amazon yang menguasai commerce dan layanan komputasi Cloud atau Microsoft yang mendominasi pasar operating system.

Tentu saja Sebutkan monopoli tidak sepenuhnya akurat karena toh layanan serupa dan kompetisi tetap ada meski saya mengira ini hanya pembiaran saja sesuai praktik monopoli tak terlihat terang benderang Sebab dengan amunisi yang sangat besar dana yang tak terbatas Sang Penguasa pasar sudah pasti bisa meluluhlantakkan kompetitornya yang tak seberapa itu hanya dengan satu jentikan thanos.

Jadi Jawaban dari pertanyaan Kapan Startup dapat meraih untung adalah saat terjadi Monopoli atau saat ada 2 tersisa lalu main mata menjadi kartel. Kalau kamu bingung contoh paling mudah dari kartel adalah mahalnya harga tiket pesawat beberapa waktu belakangan saat hanya ada dua pemain besar tersisa di Indonesia Garuda dan Lion  Group. Maka kembali ke Bukalapak menjadi juara ketiga sudah pasti bukan posisi yang bagus.

Rencana Bukalapak untuk segera meraih profit dalam waktu dekat juga bukan strategi yang masuk akal. Bayangkan saja untuk meraih untung tentu saja mereka harus membuang semua cashback free, ongkir dan promosi gila-gilaan dan selama Tokopedia dan shopee 2 yang berada di posisi paling atas masih kuat untuk terus membakar uang sudah pasti Bukalapak akan ditinggalkan oleh penggunanya.

Coba kamu pikir siapa yang mau pakai layanan yang pelit dan irit sementara tersedia opsi serupa lainnya yang lebih royal terhadap pengguna

Demikianlah merencanakan profil dalam waktu dekat saat perang masih berlangsung adalah sebuah misi bunuh diri dan meski saya selalu mendoakan yang terbaik bagi perusahaan ini dan mengapresiasi seluruh kontribusinya selama ini kepada masyarakat Saya melihat sebuah pembantaian yang akan segera terjadi dalam waktu yang dekat.

Untuk diketahui saat ini kita telah memasuki dekade kedua dari dimulainya model bisnis para pengrajin bakar uang di Indonesia. Kedepan dengan semakin berhati-hati nya investor dan semakin berkurangnya aliran dana kita akan mengucapkan Sayonara kepada banyak hal.

Inilah sisi buruk dari kapitalisme. Pasar bebas yang menghasilkan Inovasi dan persaingan selalu berakhir pada monopoli dan kartel. Korban sudah banyak berjatuhan dari Ovo yang gulung tikar di Tiongkok yang mulai tongpes alias kantong kempes. Uber Sang Pelopor layanan Ride hailing yang kini megap-megap dan lain sebagainya.

Lalu pelajaran apa yang dapat kita ambil dari sini. Jika anda sudah memiliki atau berniat untuk membuat perusahaan Rintisan pikirkanlah bisnis model yang berorientasi pada profit Bukan valuasi semata.

Jika perlu melakukan Pivot sesegera mungkin pada modal yang memberikan keuntungan. “Jadilah kucing dalam perkelahian anjing karena chihuahua takkan pernah menang dalam pertarungan Pitbull.

Jika anda adalah pelapak atau penjual manfaatkan dan gunakan secara maksimal seluruh channel yang ada termasuk marketplace yang sedang hype saat ini. Tapi jangan larut di dalamnya. Anda harus terus membangun bisnis di tempat milik anda sendiri apapun itu bisnis kita tak boleh bergantung pada platform dan tepat milik orang lain apalagi hanya mengikuti tren belaka.

Go with the Flow atau ikut arus adalah hal paling buruk yang dapat dilakukan pada setiap hal sebab jika itu Sungai sehingga saya hanya ada dua benda yang selalu ikut arus tinja dan ikan mas.

Dan tentu saja tak semua yang saya sampaikan benar adanya. Saya ingin anda berpikir seperti saya. Saya hanya ingin anda berpikir.

Sumber : Rianto Astono

Berlangganan Update Artikel Terbaru Via Email:

0 Response to "Konsep Bakar Uang Ala Startup Unicorn (Sayonara Bukalapak)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel