Peran Orang Tua Dalam Masa Pembelajaran Daring

Keterlibatan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pendidikan anak didik kita. Oleh karena itu orang tua juga dituntut untuk bisa mengi
BAHYUDINNOR.COM Pembelajaran daring artinya adalah pembelajaran yang  dilakukan  secara  online,  menggunakan aplikasi pembelajaran maupun  jejaring  sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia.
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor  15 Tahun   2020   tentang   Pedoman   Penyelenggaraan   Belajar   Dari   Rumah   Dalam   Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang menyampaikan Surat Edaran Nomor 15 ini untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19)

    Setelah satu tahun lebih pembelajaran daring masih terus berlangsung, keterlibatan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pendidikan anak didik kita.  Oleh karena itu orang tua juga dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan tekhnologi . kondisi inilah yang menyebabkan timbulnya masalah baru, mengingat latar belakang orang tua yang sangat heterogen.

    Proses pembelajaran dan pemberian tugas oleh guru sangat menyita banyak waktu, baik anak-anak maupun orang tua. Belajar dari hal inilah peran aktif  orang tua dalam mendampingi anak dalam belajar secara daring sangat signifikan. Selain itu kemampuan  management waktu dan menyelesaikan masalah dengan tepat juga menjadi dorongan keberhasilan terhadap tugas yang diberikan.

    Pembelajaran daring bisa dilakukan oleh siswa yang mempunyai smartphone secara pribadi, atau yang  orang  tua  yang  mempunyai smartphone.  Kegiatan  ini  mungkin  bisa  berjalan  dengan  baik apabila orang tua mempunyai anak 1 atau 2 anak  dengan sebuah smartphone, tapi bagaimana dengan orang tua yang mempunyai anak lebih dari 2 dengan sebuah smartphone yang tugas online anak setiap hari masuk dan harus diselesaikan, sehingga menimbulkan masalah baru dalam keluarga tersebut. Keluhan-keluhan seperti ini yang dikemukakan oleh orang tua siswa ketika mengantarkan tugas ke sekolah atau mengirimkan tugas secara online. Pelaksanaan video conferences juga  terkendala  karena handphone yang  digunakan  siswa  untuk  belajar online juga digunakan oleh orang tua untuk bekerja.

Sebagai orang tua, tidak semua dari mereka memahami sifat karakter anak-anaknya. Karenanya pendidikan dari keluarga sebagai madrasah pertama sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Semua orang tua memainkan peran penting dan berpengaruh dalam pendidikan anak-anak apalagi pada masa pandemi covid -19 yang mengaharuskan siswa belajar secara daring.

Komunikasi intens antara pihak madrasah dan orang tua dapat menjadi salah satu solusi untuk memadu visi dan satukan langkah antara pihak –pihak terkait untuk bersama-sama menjalankan amanah pendidikan. Hal ini berdasarkan surat edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19

Efek positif dan negative pasti ada, pilihan-pihan cerdas orang tua sangat menetukan proses pembelajaran hingga hasil yang akan diperoleh anak-anak nantinya. Banyakorang tua yang berpendapat  dengan  adanya  proses  pembelajaran daring dapat mempererat hubungan dengan dengan anak-anaknya, dan menggantikan moment-moment indah yang telah hilang. Namun masih banyak orang tua yang bependapat sebaliknya, bikin repot, mengganggu dan menambah   boros uang belanja.

Belajar adalah kewajiban yang tidak akan lekang oleh waktu, ketika regulasi–regulasi bergulir, saat ini adalah waktunya peran orang tua sangat dibutuhkan, yaqinlah zaman pasti berubah, pandemi pasti berlalu, lakukan peran dan kewajiban sebaik-baiknya, karena proses tidak akan pernah mendustai hasil.

Penulis:
Inarotul Umiyah
MI Ma’arif 01 Gentasari