Pengertian Tata Cahaya dan Fungsi Tata Cahaya

Pengertian Tata Cahaya dan Fungsi Tata Cahaya
BAHYUDINNOR.COM - Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting ketika merekam video. Tanpa adanya pencahayaan yang memadai akan menghasilkan gambar yang kurang menarik dan mendukung sebuah produksi video Untuk memahami lebih dalam tentan tata cahaya, simaklah materi berikut.

1. Pengertian Tata Cahaya
Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan menggunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat objek dengan jelas dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan.
Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk objek, di mana dia saling berhubungan dengan objek lainnya dengan lingkungan, dan kapan peristiwa itu terjadi.
 
Gambar 4.2 Tata cahaya

Cahaya menurut sumbernya dibedakan dalam cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya matahari (natural light/daylight) dan cahaya buatan (artifisial light/tungsten).

Lighting dilakukan dalam proses produksi film dan atau acara televisi. Penataan cahaya dilakukan untuk menambah nilai artistic pada gambar agar gambar tersebut lebih berdimensi dan mempunyai kedalaman ruang. Fungsi lain tata cahaya adalah untuk membantu memberikan penerangan untuk panggung yang besar seperti konser musik dan acara-acara yang menggunakan panggung besar lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari cahaya berfungsi membantu identifikasi objek oleh indra penglihatan.
Di bidang sinematografi pencahayaan memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Menyinari objek yang akan berhadapan dengan kamera.
b. Menciptakan gambar yang artistik.
c. Menghilangkan bayangan yang tidak perlu/menganggu.
Suhu cahaya yang berbeda akan menghasilkan suhu warna yang berbeda pula. Lampu neon memberikan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan, lampu tungsten halogen menghasilkan warna kuning kemerah-merahan, dan sinar cahaya matahari memancarkan warna putih kebiru-biruan.

Perbedaan ini sebenarnya karena adanya perbedaan derajat suhu warna yang diukur dalam derajat Kelvin. Semakin rendah derajat kelvin, maka suhu warnanya kemerah-merahan sedangkan semakin tinggi derajad kelvin maka suhu warna cenderung kebiru-biruan.
 
Tabel 4.1. Daftar derajat Kelvin dengan sumber cahaya

Jika kita melihat matahari atau lampu buatan manusia lainnya, maka cahaya yang dihasilkan adalah pijar putih atau kuning. Jadi cahaya tersebut merupakan perpaduan dari HUE (warna dasar) dalam spectrum. Apabila berbeda sumnber pencampurannya maka akan menghasilkan campuran yang berbeda pula yang ditangkap oleh mata manusia.

Spectrum warna didasarkan pada 3 warna primer yang kita kenal di alam yaitu merah, hijau, dan biru. Ketiga warna ini saling bercampur satu sama lain menghasilkan warna baru yang lebih bervariasi. Spectrum warna sebenarnya berasal dari pantulan sebuah cahaya yang melewati prisma dan memecah vahaya tersebut menjadi beberpa cahaya baru berwarna warni.

Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer.
 
Gambar 4.3 Spectrum warna

Pada awalnya, manusia mengira bahwa tersusun atas warna merah, kuning, dan hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah merah (red), hijau (green), dan biru (blue).

2. Fungsi Tata Cahaya
Tata cahaya yang hadir di atas panggung/studio yang menyinari semua objek sesungguhnya menghadirkan kemungkinan bagu sutradara, aktor, dan penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif.

Banyak hal yang bisa dikerjakan berkaitan dengan tata cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfer.

a. Penerangan
Penerangan merupakan fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi memberi penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan dan maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.

b. Dimensi
Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung.

Jika semua objek diterangi dengan intensitaş yang sama maka gambar yang akan tertangkap oleh matą penonton menjadi datar. Dengan pengaturan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek akan muncul.

с. Pemilihan
Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan menggunakan kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung untuk memberikan fokus perhatian pada area ataų aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.

d. Atmosfir
Hal yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata "atmosfer" digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.

Tata cahaya mampu menghadirkan suasana yang diinginkan oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat dimungulln oloh tata cahaya, (Zainul Arifin, 2013)

======

Kegiatan 4.1
A. Judul Kegiatan :
Mengidentifikasi Konsep Tata Cahaya dalam Pengambilan Gambar Bergerak (Perekaman Video)

В. Jenis Kegiatan : 
Kerja Mandiri

C. Tujuan Kegiatan
  1. Peserta didik dapat menjelaskan konsep tata cahaya dalam pengambilan gambar bergerak (perekaman video) dengan tepat. (KD 3)
  2. Peserta didik dapat merancang konsep tata cahaya dalam pengambilan gambar bergerak (perekaman video) dengan terampil. (KD 4)
D. Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Baca dan cermati cuplikan artikel berikut ini!

Fungsi Tata Cahaya pada Seni Pertunjukan di Indonesia
Tata cahaya panggung merupakan sarana penunjang dalam seni pertunjukan untuk memperjelas sesuatu yang dipertontonkan. Cahaya memungkinkan orang untuk bisa melihat, yang berarti dalam seni pertunjukan diperlukan pencahayaan panggung, baik itu cahaya alam maupun cahaya buatan. Kemampuan untuk mengatur cahaya alam sangat terbatas, karena itu untuk mengontrol pencahayaan dibutuhkan cahaya buatan. Pencahayaan panggung menggunakan cahaya buatan untuk memungkinkan penonton melihat pertunjukan, menunjukkan setting, membantu menciptakan suasana, dan berfungsi sebagai elemen komposisi.

2. Berdasarkan artikel di atas, jelaskan fungsi tata cahaya dalam sebuah seni pertunjukkan!
Fungsi tata cahaya:
………………………………………

3. Setelah itu carilah beberapa informasi tentang konsep tata cahaya dalam pengambilan gambar bergerak (perekaman video) dari berbagai sumber yang dianggap relevan!
Hasil informasi yang diperoleh:
………………………………………

4. Lakukanlah analisis tentang konsep tata cahaya dalam pengambilan gambar bergerak (perekaman video) dari hasil informasi yang telah kamu peroleh!
Hasil analisis:
………………………………………

5. Dari hasil analisis yang telah kamu lakukan di atas, coba buatlah sebuah rancangan konsep tata cahaya pada saat pengambilan gambar bergerak (perekaman video)! Kemudian buatlah laporan dari hasil percobaan yang telah kamu lakukan!
Hasil percobaan:
………………………………………

6. Setelah selesai membuat laporan, kemukakan hasilnya secara lisan di hadapan guru dan teman sekelas!
Jika ada tanggapan dan pertanyaan dari guru dan teman sekelas, tanggapilah secara responsif!
Tanggapan:
………………………………………

Permasalahan 4.1
Tata cahaya harus dikonsep secara serius sebelum pra produksi, sehingga akan dapat ditentukan jumlah lampu guna menciptakan suasana dan harmonisasi. Hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menentukan konsep tata cahaya dalam pengambilan gambar bergerak (Perekaman video)

Penyelesaian:
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menentukan konsep tata cahaya dalam pengambilan gambar bergerak (perekaman video) adalah: arah lampu, derajat sudut lampu, intensitas lampu yang dapat diatur, komposisi warna, rasio cahaya, bounching (cahaya yang dipantulkan dengan reflektor), dan perbandingan antara highlight (bagian yang terang) dan shade (bagian yang paling gelap), serta standar warna dasar (white balance). Dalam rekaman in-door concept, perlu
survei terlebih dahulu, menempatkan lampu dengan posisi eye level dan menggunakan kerangka dari besi (rigging).

Permasalahan 4.2:
Selain keempat fungsi pokok meliputi penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir, tata cahaya juga memiliki fungsi pendukung yang dikembangkan secara berlainan oleh masing-masing ahli tata cahaya. Apa saja fungsi pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya tersebut?

Penyelesaian:
Beberapa fungsi pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya adalah sebagai berikut.

1. Gerak
Tata cahaya tidaklah statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu bergerak dan berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke objek lain. Gerak perpindahan cahaya ini mengalir sehingga kadang-kadang perubahannya disadari oleh penonton dan kadang tidak. Jika perpindahan cahaya bergerak dari aktor satu ke aktor lain dalam area yang berbeda, penonton dapat melihatnya dengan jelas. Tetapi pergantian cahaya dalam satu area ketika adegan tengah berlangsung terkadang tidak secara langsung disadari. Tanpa sadar penonton dibawa ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan cahaya.

2. Gaya
Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan. Gaya realis atau naturalis yang mensyaratkan detil kenyataan mengharuskan tata cahaya mengikuti cahaya alami seperti matahari, bulan atau lampu meja. Dalam gaya surealis tata cahaya diproyeksikan untuk menyajikan imajinasi atau fantasi di luar kenyataan sehari-hari. Dalam pementasan komedi atau dagelan tata cahaya membutuhkan tingkat penerangan yang tinggi sehingga setiap gerak lucu yang dilakukan oleh aktor dapat tertangkap jelas oleh penonton.

3. Komposisi
Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkannya.

4. Penekanan
Tata cahaya dapat memberikan penekanan tertentu pada adegan atau objek yang dinginkan. Penggunaan warna serta intensitas dapat menarik perhatian penonton sehingga membantu pesan yang hendak disampaikan.

Sebuah bagian bangunan yang tinggi yang senantiasa disinari cahaya sepanjang pertunjukan akan menarik perhatian penoriton dan menimbulkan pertanyaan sehingga membuat penonton menyelidiki maksud dari hal tersebut.

5. Pemberian tanda
Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan berlangsung. Misalnya, fade out untuk mengakhiri sebuah adegan, fade in untuk memulai adegan dan black out sebagai akhir dari cerita. Dalam pementasan teater tradisional, black out biasanya digunakan sebagai tanda ganti adegan diiringi dengan pergantian set.