Mengenal Sinematografi di Dalam Dunia Perfilman

Gambar oleh Jan Alexander dari Pixabay
Pada kali ini Bahyudinnor.Com akan membagian Sebuah Artikel Tentang Pengenalan Sinematografi, hal ini perlu kita ketahui jika teman-teman ingin membuat sebuah film atau video dengan berbagai macam peran didalamnya.

A. Pengertian

Sinematografi berasal dari kata serapan bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa latin kinema yang berarti "gambar". Sinematografi dapat diartikan sebagai seni dan teknologi dari fotografi gambar bergerak. Sinematografi merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide atau cerita tertentu.

B. Proses Produksi Film (Sinema)

Terdapat beberapa proses untuk memproduksi suatu sinema atau film. Berikut ini akan dijelaskan proses-proses tersebut.

1. Pra Produksi

Pra produksi adalah sebuah tahap persiapan sebelum kegiatan produksi dimulai. Proses ini sangat menentukan kelancaran kegiatan produksi nantinya. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam pra produksi.

a. Outline

Outline dijabarkan dengan membuat poin-poin pekerjaan yang berfungsi untuk membantu mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan dapat berJalan.

b. Script/skenario

Script/skenario adalah pengembangan mendetail dari cerita.

c. Storyboard

Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya.
d. Rencana anggaran biaya
1) Pembentukan tim kerja.
2) Pemilihan talent dan ekstras (dengan audisi).
3) Penyediaan art properties, kostum dan lain-lain.
4) Pencarian lokasi dan perizinan.
5) Penyediaan peralatan shooting.

2. Produksi

Tahapan ini merupakan tahapan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat ketika pra produksi. Pada tahap ini hampir seluruh team work mulai bekerja. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan pada saat produksi adalah sebagai berikut.

a. Manajemen Lapangan

Manajemen lapangan mencakup beberapa hal, yaitu:
1) Manajemen lokasi (perizinan, keamanan, keselamatan).
2) Talent koordinasi (koordinasi kostum, make up, dan lain-lain).
3) Manajemen waktu (koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat).
4) Adanya koordinasi para kru dengan sikap (attitude) yang baik. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupakan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelum memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitude yang diinginkan. Jangan pernah kehilangan kontrol emosi pada saat shooting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.

b. Kegiatan Shooting

Pada saat keglatan sheoting kepiawalan sutradara, Director of Photogaphy (DOP), dan kru sangat menentukan hasil yang akan diperoleh seperti kualitas gambar. Oleh karena itu penguasaan kamera dan figthing sangatiah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengan alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahul.

1. Shooting di luar ruangan (outdoor)

Pada saat shooting di outdoor perlu diperhatikan keadaan cuaca, karena berpengaruh pada alat yang akan digunakan. Beberapa yang harus dipersiapkan saat shooting di outdoor adalah: cahaya matahari (hard, soft), reflector (silver, gold) camera setting (irish, speed, white balance, focus) crowd control (working with ekstras).

2. Shooting di dalam ruangan (indoor)

Shooting di indoor lebih cepat terkontrol daripada shooting outdoor, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap, antara lain penggunaan lighting sederhana, penggunaan filter, make up, pemilihan back ground, monitor.

3. Visual efek

Beberapa trik mudah yang dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan: reserve motion-fast motion (normal lipsync), slow motion (normal lipsync), crhoma key (blue screen).
Beberapa hal lain pada saat produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu:
a. makan/ logistik
b. sewa peralatan
c.. film
d. transportasi
e. akomodasi
f. telekomunikasi
g. dokumentasi
h. medis

3. Pasca Produksi

Tahap ini merupakan tahap penyelesaian akhir dari proses produksi film. Pada tahap ini memungkinkan adanya kesalahan pada waktu shooting. Beberapa hal yang dilakukan pada kegiatan pasca produksi.

a) Editing

Pada proses editing ini kerja sama sutradara dan editor sangat diperlukan. Selain itu, diperlukan pemaharnan ernosi dan pemahaman tentang software yang digunakan agar hasil editing dapat maksimal. Beberapa yang dilakukan dalam editing antara lain:
- capturing (optimalisasi)
- format file
- feel
- Buunoon
- fades and cuts
- kualitas gambar (film look)

b) Pemilihan format akhir

Format akhir dari film harus sesuai dengan yang telah disepakatí bersama saat pra produksi. Beberapa yang menjadi acuan kerja, dan masuk dalam anggaran kerja pasca produksi adalah:
1. lab/ruang editing
2. editor
3. mixer
4. sound, director, enginer
5. telecine
6. konsumsi
7. transportasi
8. telekomunikasi
9. mastering
10. poster

4. Bedah Film (The Making Of)

Bedah film merupakan pembahasan tentang pembuatan film selama pra hingga pasca.

C. Pelaku Sinematografi

Berikut beberapa penjelasan tentang profesi sinematografi yang ada pada proses pembuatan film.

1. Produser

Produser adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kelahiran sebuah film. Para produser adalah orang yang bekerja lebih awal hingga paling akhir dari produksi film. Artinya seorang produser harus memiliki kemampuan yang sangat kompleks dari semua bagian yang ada di bawahnya untuk menjadikan dia mampu mengelola sebuah film.

2. Manajer produksi

Manajer bertugas untuk mengatur kerja dan memaksimalkan potensi yang ada di seluruh departemen yang ada. Dalam produksi sebuah film, manajer ialah yang bertanggung jawab dalam operasi produksi mulai tahap pasca produksi sampai produksi.

3. Sutradara

Sutradara adalah seorang pemimpin yang harus mengontrol aspek dramatis dan artistik selama proses produksi berlangsung. la juga harus mengarahkan seluruh kru dan artis untuk bisa mewujudkan film. Kemampuan memimpin, komunikasi, visi, sikap, dan pemahaman soal hidup sangat juga diperlukan.

4. Asisten sutradara I

Pada tahap pra produksi, diperlukan seorang Pembantu sutradara untuk menerjemahkan hasil direktor treatment ke dalam script breakdown dan shooting schedule. Orang ini diberi predikat asisten sutradara. Orang inilah yang mendiskusikan segala keperluan shooting dan manajer produksi.

5. Penulis skenario

Penulis skenario harus bisa mengatakan sesuatu dengan jelas. Memahami maksud dari cerita (berperan sama seperti arsitek untuk membangun cerita), menulis skenario adalah pekerjaan kolaboratif yang dilakukan si penulis dengan orang yang punya visi yang sama, dalam hal ini sutradara dan produser.

6. Produser pelaksana

Menjadi produser pelaksana diperlukan kemampuan manajerial, kemampuan mengelola anggaran, kepemimpinan, dan komunikasi. Tugasnya adalah memotivasi dan visi buat terjadinya film, bekerja selama proses produksi berlangsung. Tugas utamanya adalah memaksimalkan hasil produksi dalam bentuk film.

7. Penata kamera/fotografi (DOP)

Penata kamera harus menguasai cerita, paham alat, tahu bagaimana menceritakan sesuatu, bisa menentukan penggambaran cerita itu, dan menguasai teknik pencahayaan. Menguasai kemampuan manajerial maupun membuat jaringan komunikasi serta mempunyai hubungan yang baik dengan sutradara.

8. Kameramen

Kameramen adalah seorang yang mengoperasikan kamera. Seorang kameramen wajib mengetahui seluk beluk kamera sehingga dapat menuangkan visual sesuai dengan yang diinginkan sutradara.

9. Desain produksi

Desain produksi bertugas sebagai asisten untu sutradara menentukan suasana dan warna yang tampil dalam film. Desain produksi menerjemahkan keinginan kreatif sutradara dan merancangnya, sehingga mudah dimengerti tiap kepala departemen.

10. Penata kostum dan penata rias

Penata kostum dan penata rias bertugas membantu sutradara menghidupkan karakter, bukan hanya mendandani pemain. Bekerja secara tim, punya sistem kerja, kemampuan komunikasi, bekerja keras
dan tidak mudah panik.

11. Lighting

Seseorang yang bertugas untuk mengatur pencahayaan (lighting) mempunyai peranan yang cukup besar, karena kualitas gambar dari sebuah shot akan semakin baik jika cahaya yang digunakan tertata
dengan baik.

12. Penyunting gambar/editor

Seorang editor perlu mempunyai kemampuan bercerita, musik, rapi, rajin mencatat, mempunyai kesabaran. Kesabaran dan mampu berkomunikasi dengan sutradara. Keputusan pada ruang editing didasarkan pada kebutuhan cerita dan pertimbangan kebutuhan penonton.

13. Penata suara dan penata musik

Profesi ini merupakan pekerjaan orang seni namun membutuhkan kemampuan engineering. Dalam memasukkan atau menghilangkan noise bisa menggunakan musik library, bisa juga dengan browsing, dengan syarat mencantumkan pada credit title.

14. Talent

Seorang figur yang dibutuhkan dalam sebuah skenario dan shooting. Kebutuhan mereka pada penyelenggara festival adalah mereka bisa melihat kualitas performa mereka saat di layar serta mampu untuk membandingkan kualitas mereka dengan fil lainnya. Selain itu juga sebagai sarana belajar untuk mengenal beragam karakter di film serta berkesempatan bertemu dengan para pekerja film lainnya untuk mengembangkan jaringan.

15. Publikasi

Publikasi membutuhkan strategi komunikasi, sementara promosi lebih pada kegiatan pasang iklan di media sebanyak-banyaknya. Publikasi memungkinkan calon penonton untuk terinformasi soal film yang akan dia tonton. Dalam arti dia akan tahu lebih dari sekadar judul film itu apa. Dengan strategi publikasi yang baik bisa juga menjadi penyelamat film yang mungkin jelek.

16. Penyelenggara festival

Festivallahir karena penonton membutuhkan forum diskusi, apresiasi, tawaran sudut pandang yang berbeda, dan juga tontonan alternatif. Sebetulnya tawaran inilah yang membuat festival menjadi penting. Sehingga festival harus menguasai strategi dan penontonnya.
 
Banyak festival adalah hanya untuk tempat berinteraksi dan belajar dan ajang ini juga sebagai tempat untuk memperluas jaringan akan pelaku film lainnya.

Beberapa macam pelaku dalam film bukan berarti hanya beberapa itu saja yang ada, tetapi bisa sangat beragam dan banyak. Hal itu tergantung dari tingkat kebutuhan serta kesulitan pembuatan film tersebut.

Berlangganan Update Artikel Terbaru Via Email:

0 Response to "Mengenal Sinematografi di Dalam Dunia Perfilman "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel