Bidang Pandang Pengambilan Gambar (Frame Size/Short Size)

Bidang Pandang Pengambilan Gambar (Frame Size/Short Size)
frame size
BAHYUDINNOR.COM - Bidang pandang adalah hal yang penting untuk dipelajari sebelum kita mempelajari teknik-teknik fotografi lainnya. Karna sejatinya, bidang pandang ini memengaruhi kesan objek terhadap background dan frame.

Lalu apa sih bidang pandang itu?

Bidang pandang atau shot size/frame size adalah suatu metode dalam pengambilan gambar yang menentukan luas bidang pandangan suatu objek dalam foto terhadap background atau latar belakang. Dengan menentukan bidang pandang yang pas dapat memberikan pesan atau kesan yang sesuai.

Seorang pembuat film harus memiliki pemahaman tentang bagaimana cara membuat ukuran gambar (frame size) atau komposisi yang baik dan menarik dalam setiap adegan filmnya. Pengaturan komposisi yang baik dan menarik adalah jaminan bahwa gambar yang ditampilkan tidak akan membuat penonton bosan dan enggan melepaskan sekejap mata pun terhadap gambar yang kita tampilkan. Komposisi berarti pengaturan (aransemen) unsur-unsur yang terdapat dalam gambar untuk membentuk satu kesatuan yang serasi (harmonis) di dalani sebuah bingkai.

Batas bingkai pada gambar yang terlihat pada view finder atau LCD kamera, itulah yang disebut dengan framing. Seorang juru kamera harus mempertimbangkan komposisi di mana dia harus menempatkan objek yang diharapkan akan menjadi POI (Point of Interest atau objek utama yang menjadi pusat perhatian) dan seberapa besar ukuran objek tersebut dalam frame. Kesimpulannya komposisi shot atau biasa disebut dengan shot size adalah pengukuran sebuah gambar yang ditentukan berdasarkan objek, pengaturan besar dan posisi objek dalam frame (bingkai), dan posisi kamera yang diinginkan.

Beberapa shot dasar yang sering digunakan dalam pengambilan gambar, antara lain extreme long shot, long shot, full shot, medium long shot, medium shot, medium close up, close up, big close up, dan extreme close up.

1. Extreme Long Shot (ELS)
Gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Fisik manusia nyaris tak tampak, namun dapat diketáhui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.

2. Long Shot (LS)
Pengambilan gambar objek dengan latar belakang yang jelas. Berfungsi sebagai establishing shot (shot pembuka sebelum digunakan shot-shot yang berjarak lebih dekat). Fisik manusia tampak jelas namun latar belakang masih dominan.

3. Full Shot (FS)
Full Shot Merupakan teknik yang memperlihatkan objek secara total, dari ujung kepala hingga ujung kaki (bila objek Gambar 3.8 Long Shot (LS) manusia). Tujuannya untuk memperkenalkan tokoh lengkap dengan setting latarnya yang menggambarkan posisi objek berada. Biasanya gambar ini digunakan sebagai opening shot (biasanya zoom in hingga ke medium shot untuk menggambarkan wajah tokoh yang bersangkutan lebih detail).

4. Medium Long Shot (MLS) atau Knee Shot
Komposisi objek'dan lingkungan relatif seimbang. Gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.

5. Medium Shot (MS)
Sosok manusia mulai dominan dalam frame. Tubuh manusia terlihat dari pinggang ke atas hingga kepala. Gambar ini sering dilakukan untuk master shot pada saat moment interview.

6. Medium Close Up (MCU)
Sosok manusia mulai mendominasi dalam frame. Tubuh , Sumber: Dokumen penerbit manusia tampak dari dada ke atas hingga kepala, Biasanya digunakan untuk adegan percakapan normal.

7. Close Up (CU)
Komposisi ini untuk memperjelas ukuran gambar. Tubuh manusia terlihat dari leher bagian bawah hingga kepala. Komposisi ini menunjukan penggambaran emosi atau reaksi terhadap suatu adegan. Biasanya digunakan untuk adegan dialog yang lebih intim.

8. Big Close Up (BCU)
Pengambilan gambar objek dari dagu hingga kepala. Gambar ini bertujuan menampilkan kedalaman pandangan mata dan ekspresi Gambar 3.13 Close Up (CU) wajah. Tanpa kata-kata, 

10. Extreme Close Up (ECU)
Penggambilan gambar dengan hanya memperlihatkan detail bagian-bagian tertentu, misalnya hidung, mata, atau telinga. Shot ini yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Obyek mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya.


====================
Kegiatan 3.2
A. Judul Kegiatan: Memahami Bidang Pandang Pengambilan Gambar (Frame Size)
B. Jenis Kegiatan: Praktikum Kelompok
C. Tempat Kegiatan : Ruang Audio dan Video/Lingkungan Sekitar Sekolah
D. Tujuan Kegiatan
  1. Peserta didik dapat memahami macam-macam ukuran bidang pandang pengambilan gambar (frame size) dengan tepat. (KD 3)
  2. Peserta didik dapat melakukan percobaan pengambilan gambar video berdasarkan ukuran bidang pandang pengambilan gambar (frame size) dengan terampil. (KD 4)
E. Alat dan Bahan: Kamera video dan perlengkapan pendukungnya.
F. Langkah-Langkah Praktikum:
  1. Bentuklah kelompok dengan membagi jumiah siswa dalam kelasmu menjadi 5 kelompok!
  2. Siapakan alat dan bahan yang diperlukan dalam melakukan pengambilan gambar video berdasarkan ukuran bidang pandang pengambilan gambar (frame size)!
  3. Setelah semua peralatan dan bahan siap, maka mulai melakukan praktik pengambilan gambar video berdasarkan bidang pandang pengambilan gambar (frame size) yang sudah dipelajari sebelumnya.
=============

Bahan Materi Teknik Pengolahan Audio dan Video:

BAB I Alur Proses Produksi Multimedia
BAB II Prosedur Pengopeerasian Kamera Video
BAB III Teknik Pergerakan Kamera Saat Pengambilan Gambar Bergerak
BAB IV Tata Cahaya Gambar Bergerak
  • Sub Materi A. Mengenal Tata cahaya
  • Sub Materi B. Prinsip dan Jenis Tata Cahaya
  • Sub Materi C. Kualitas Cahaya dadn Perangkat Tata Cahaya
BAB V Penyuntingan Video Menggunakan Aplikasi Editing Pengolah Video
  • Sub Materi A. Mengenal Perangkat Lunak Pengolah Video
  • Sub Materi B Mengoperasikan Perangkat Lunak Pengolah Video
BAB VI Penggunaan Efek pada Video
  • Sub Materi A. Mengenal Efek pada Adobe Premiere
  • Sub Materi B. Preset Efek pada Adobe Premiere
BAB VII Manipulasi Audio dalam Aplikasi Pengolah Audio Digital
  • Sub Materi A. Mengenal Konversi Format Audio
  • Sub Materi B. Memanipulasi Audio Digital
BAB VIII Pengolahan Audio Dipadukan dengan Video
  • Sub Materi A. Mengolah Audio Secara Manual
  • Sub Materi B. Mengolah Audio dengan Audio Mixer
  • Sub Materi C. Memadukan Efek Audio pada Klip Video
BAB IX Mengevaluasi Produk Audio Visual
  • Sub Materi A. Mengenal Karakteristik Produk Audio Visual
  • Sub Materi B. Kriteria Penilaian Produk Audio Visual 
=====================================================================
Sumber referensi
Buku Siswa Teknik Pengolahan Audio Video Kompetensi Keahlian Multimedia