Kenali Gaya Belajar Siswa di Kelas

Ada tiga jenis gaya belajar, yaitu: 1) gaya belajar visual; 2) gaya belajar auditorial; dan 3) gaya belajar kinestetik. Dengan mengetahui gaya belajar
PEMERINTAH telah banyak melakukan berbagai cara dalam usaha memajukan pendidikan di Indonesia. Di antaranya perubahan kurikulum, penggunaan strategi pembelajaran yang inovatif serta penggunaan perangkat dalam menilai tingkat keberhasilan siswa.
Namun, usaha ini masih dirasa belum cukup untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Ada faktor internal yang selama ini masih kurang diperhatikan dalam usaha memperbaiki kualitas pembelajaran, yaitu gaya belajar (learning style). Padahal, dalam proses pembelajaran setiap siswa memiliki karakteristik (gaya belajar) yang berbeda-beda dalam menerima informasi. Salah satu keberhasilan dari kegiatan belajar dapat dilihat melalui hasil belajar siswa.

Peran guru di dalam kelas sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa. Beberapa hal penting yang memmengaruhi keberhasilan belajar yang jarang sekali diperhatikan oleh guru adalah karakteristik siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa lainnya.

Karakteristik siswa berhubungan langsung dengan hasil belajarnya. Antara lain kecerdasan, bakat, motivasi, kelas sosial, tingkat aspirasi, persepsi dan sikap. Setiap siswa juga memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi abstraksi, memecahkan masalah dan belajar. 

Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berlainan dalam menerima, mengolah dan mengingat informasi yang diperoleh. Selama ini guru kurang menyadarinya, sehingga ketika proses belajar berlangsung guru kurang memperhatikan jenis gaya belajar yang dimiliki siswa. 

Ada tiga jenis gaya belajar, yaitu: 1) gaya belajar visual; 2) gaya belajar auditorial; dan 3) gaya belajar kinestetik. Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat membantu siswa belajar sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa, sehingga prestasi belajar siswa dapat tumbuh dengan baik melalui pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya.

Gaya belajar visual, menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti kongkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Gaya belajar auditorial, mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik gaya belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. 

Gaya belajar kinestetik, mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada karakteristik gaya belajar seperti ini yang tidak semua individu bisa melakukannya. Karakteristik yang khas bagi siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, yaitu menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya.

Sehingga, penting bagi guru untuk memmerhatikan beberapa tipe gaya belajar yang berbeda-beda itu ketika merancang pembelajaran dan aktivitas-aktivitas di dalamnya yang melibatkan siswa. Harus diseimbangkan antara apa yang menjadi minat individu dengan apa yang terbaik bagi kelompok.  
Penerapan gaya belajar yang sesuai akan meningkatkan proses pembelajaran, bahkan jika ada kesesuaian antara model pembelajaran dengan gaya belajar maka akan tercipta suasana belajar produktif di dalam kelas.

Kemampuan siswa untuk memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama. 

Sebagian siswa lebih suka jika guru mereka mengajar dengan cara menuliskan segalanya di papan tulis, dengan begitu mereka bisa membaca untuk kemudian mencoba memahaminya. Akan tetapi, sebagian siswa lain lebih suka jika guru mereka mengajar dengan cara menyampaikannya secara lisan dan mereka mendengarkan untuk bisa memahaminya. 

Sementara itu, ada siswa yang lebih suka membentuk pertanyaan yang menyangkut pelajaran tersebut. Cara lain yang juga kerap disukai banyak siswa adalah model belajar yang menempatkan guru tak ubahnya sebagai seorang penceramah. Guru diharapkan bercerita panjang lebar tentang beragam teori dengan segudang ilustrasinya. Sementara para siswa mendengarkan sambil menggambarkan isi ceramah itu dalam bentuk yang hanya mereka pahami sendiri.

Apa pun cara yang dipilih, perbedaan gaya belajar itu menunjukkan cara tercepat dan terbaik bagi setiap siswa untuk dapat menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Karenanya, guru harus bisa memahami bagaimana perbedaan gaya belajar setiap siswa itu. Mungkin akan lebih mudah bagi guru jika suatu ketika harus memandu siswa untuk mendapatkan gaya belajar yang tepat dan memberikan hasil yang maksimal bagi dirinya. 

Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat membantu siswa belajar sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa sehingga prestasi belajar siswa dapat tumbuh dengan baik melalui pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya.(*)



Maisurah S.Pd
Guru SMAN 1 Simpang Empat, Tanah Bumbu