BAB VII Manipulasi Audio Dalam Aplikasi Audio Digital | Mengenal Konversi Format Audio

BAHYUDINNOR.COM - Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mempelajari cara mengolah video dengan menggunakan Adobe Premier. Banyak fasilitas yang ditawarkan oleh software ini, sehingga kamu dapat membuat sebuah video yang menarik.

Tetapi, kamu jangan melupakan aspek audio, karena audio sangan mempengaruhi hasil akhir dari video yang kamu edit. Dengan kualitas audio yang mumpuni, maka video yang kamu buat akan terlihat sempurna.

Video memiliki tampilan yang menarik disertai dengan suara musik yang membawa penonton masuk ke dalam suasananya. Selain itu, pengolahan suara narasi yang baik akan memudahkan penonton untuk memahami maksud dari video tersebut.

Apabila kamu merekam adegan dimana tokoh didalamnya memiliki dialog, kamu juga harus memperhatikan apakah suara dialog dapat terekam dengan baik atau tidak. Bisa kamu bayangkan kita melihat sebuah film dengan audio dialog antar pemain yang memiliki kualitas buruk. Hal ini akan mengurangi minat penonton terhadap film tersebut.

Perkembangan teknologi yang pesat saat ini juga membantu kita untuk mengolah audio.

Apabila kita memiliki noise, kita dapat menghilangkannya dengan software pengolahan audio. Kita juga dapat menambah kualitas audio dengan beberapa efek yang ditawarkan pada masing-masing software pengolahan audio.

Ayo pelajari materi inil sehingga kamu memahami cara pengolahan atau manipulasi audio.

A. Mengenal Konyersi Format Audio
Konversi format file adalah mengubah data pada sebuah prográm agar dapat dióperasikan karena tidak semua format data sesuai dengan sebuah program tertentu.

1. Jenis-jenis Format File Audio
Secara umum, ada 3 kelompok utama format file audio, yaitu:
  1. Format file audio tanpa kompresi, seperti file WAV, AIFF, AU, dan raw header-less PCM.
  2. Format file audio dengan kompresi lossy, seperti MP3, Vorbis, Mousepack, AAC, ATRAC, dan lossy Windows Media Audio (WMA).
  3. Format file audio dengan kompresi lossless, seperti FLAC, Monkey's Audio (file name extension APE), WavPack (filename extension WVM, Shorten, Tom's lossless Audio Kompressor (TAK), TTA, ATRAC Advanced Lossless, Apple Lossless, MPEG-4 SLS, MPEG-4 ALS, MPEG-4 DST, Windows Media Audio Lossless (WMA Lossless).
Format-format di atas, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu format yang 1) Open  (seperti wav, ogg, mpc, flac, aiff, raw, au, dan midi), 2.) Free (gsm, dct, vox, aac, mp4, dan mmf), serta 3) Proprietary (mp3, wmo, atrac, ra, ram, dss, msv, dvf, m4p, 3gp, amir, dan awb).

2. Macam-Macam Format Audio
a. Format MP3
Format mp3 adalah format audio yang paling poluler. Format ini menggunakan algoritma audio lossy compression untuk mengurangi ukuran file, sambil memproduksi kembali lagi aslinya. MP3 dikembangkan di German Fraunhofer Institute dan berbasis format MPEG. MP3 mengalami kejayaan pada tahun 1995, dimana semakin banyak file MP3 tersedia di internet dan popularitasnya semakin terdongkrak karena kualitasnya dan kapasitas yang menjadi relatif sangat kecil.

Kompresi MP3 dapat dilakukan dengan bit-rate yang beragam. Standar yang baik untuk kualitas audio dan ukuran file adalah 128 Kbps. Untuk mendapati kualitas yang mendekati kualitas CD
diperlukan bit-rate 192 kbps. Kualitas CD dan MP3 sulit dibedakan pada bit-rate 192 kbps. Pada tahun 2001, MP3 Pro generasi berikutnya diperkenalkan dan menawarkan kualitas suara yang sudah ditingkatkan.

b. Format AMR
Adaptive Multimedia Rate (AMR) adalah jenis audio codec yang sering kita jumpai atau digunakan dalam perangkat mobile phone. Contoh dari file AMR adalah hasil rekaman pada ponsel. Walaupun kualitas suara yang dihasilkan kurang bagus, tapi dapat dikonversi menjadi format MP3.

c. Format WAV
Format ini merupakan salah satu format file multimedia yang digunakan dalam ponsel. File dengan format WAV ini biasanya berukuran besar, karena tidak dikompresi. WAV adalah standar audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV ini adalah format utama untuk menyimpan data audio mentah pada Windows dan menggunakan metode yang sama dengan AIFF Apple untuk menyimpan data.

WAV menggunakan teknik pulse-code modulation (PCM) yang tidak dikompres. Dengan cara ini, detail tidak hilang ketika audio analog didigitalkan dan disimpan. Akan tetapi untuk keperluan mengoleksi musik, transfer via internet dan, memainkan di player portable, format ini kurang popular dibandingkan dengan MP3, Ogg Vorbis, dan VMA, karena ukuran file yang sangat besar.

d. Format CDA
File dengan ekstensi CDA merupakan representasi dari track CD-audio. File dengan format CDA dapat langsung dijalankan melalui CD-ROM, sementara file-nya sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika di-copy ke dalam harddisk, file tersebut menjadi tidak dapat dimainkan, Pada november 1984, dua tahun setelah CD diproduksi secara massal, Sony mengeluarkan

Discman sebagai media pemutar portable. Agar dapat mengambil/meng-copy file audio dari CD-Audio, dibutuhkan software khusus untuk mengubah dari format CDA menjadi format lain yang dapat disimpan di komputer.

e. Format AAC (Advanced Audio Coding)
Advanced Audio Coding umumnya memiliki kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan format populer MP3 dalam bit-rate yang sama khususnya pada bit-rate di bawah 100 kbit/s. Salah satu yang mendukung penggunaan file dengan format AAC adalah iPhone.

AAC bersifat lossy compression (data hasil kompresi tidak bisa dikembalikan lagi ke data sebelum dikompres secara sempurna, karena setelah dikompres terdapat data-data yang hilang).

AAC merupakan audio codec yang menyempurnakan MP3 dalam hal medium dan high bit rates.

3. Kesimpulan
Audio digital merúpakan versi digital dari suara analog. Pengubahan suara analog menjadi suara digital membutuhkan suatu alat yang disebut Analog to Digital Converter (ADC). ADC akan mengubah amplitude sebuah gelombang analog ke dalam waktu interval (sampel) sehingga menghasilkan penyajian digital dari suara

Bagaimana konsep dari ADC itu?


Digital to Analog Converter (DAC) akan mengubah suara digital ke alat suara analog (speaker). Audio digital merupakan penyajian dari suara asli. Dengan kata lain, audio digital merupakan sampel suara. 

Kualitas perekaman digital bergantung pada seberapa sering sampel diambil (angka sampling atau frekuensi dihitung dalam kilohertz atau seribu sampel per detik). Tiga frekuensi sampling yang paling sering digunakan dalam multimedia adalah kualitas CD 44.1 kHz, 22.05 kHz dan 11.025 kHz dengan ukuran sampel 8 bit dan 16 bit. Ukuran sampel 8 bit menyediakan 256 unit deskripsi jarak dinamis atau amplitudo (level suara dalam satu waktu). Ukuran file dari audio digital bergantung pada angka sampling, resolusi dan channel-nya (Stereo atau Mono).

Baca Materi Selanjutnya>>

=====
KEGIATAN

A. Judul Kegiatan: Menganalisis Konversi Format Audio
B. Jenis Kegiatan: Kerja Individu
C. Tempat Kegiatan : Ruang Audio dan Video/Lingkungan Sekitar Sekolah
D. Tujuan Kegiatan:
  1. Peserta didik dapat menjelaskan tentang konversi format audio dengan tepat (KD.3)
  2. Peserta didikm dapat melakukan konversi kedalam bentuk format audio dengan terampil (KD.4)
D. Langkah-Langkah Kegiatan:
  1. Kumpulkan beberapa informasi tentang konversi format audio dari beberapa sumber yang dianggap relevan!
  2. Lakukan analisis tentang macam-macam format audio dan cara melakukan konversi format audio.
  3. Lakukan percobaan kengkonversi format audio dari hasil pemahamanmu tentang konversi audio di atas.! Kemudian Buatlah laporan dari hasil penelitian yang telah kamu lakukan untuk dinilai hasilnya dan ditanggapi Bersama guru dan teman sekelasmu!!!